Frame relay
Frame Relay merupakan standar area jaringan yang luas teknologi yang menentukan link layer fisik dan logis dari saluran telekomunikasi digital menggunakan paket switching metodologi. Awalnya dirancang untuk transportasi di seluruh Integrated Services Digital Network (ISDN) infrastruktur, dapat digunakan saat ini dalam konteks banyak antarmuka jaringan lainnya.
Penyedia jaringan Frame Relay umumnya menerapkan untuk suara ( VoFR ) dan data sebagaienkapsulasi teknik, digunakan antara jaringan area lokal (LAN) melalui wide area network (WAN). Setiap pengguna akhir mendapatkan jalur pribadi (atau leased line ) ke Frame Relay simpul . Jaringan Frame Relay menangani transmisi melalui jalur yang sering berubah transparan untuk semua pengguna-akhir.
Frame Relay telah menjadi salah satu protokol WAN yang paling luas digunakan. Its murahnya (dibandingkan dengan leased line) yang disediakan salah satu alasan untuk popularitas. Kesederhanaan ekstrim mengkonfigurasi peralatan pengguna dalam jaringan Frame Relay menawarkan alasan lain untuk popularitas Frame Relay itu.
Dengan munculnya Ethernet lebih dari serat optik, MPLS , VPN dan berdedikasi broadband layanan seperti modem kabel dan DSL , akhirnya mungkin alat tenun untuk protokol Frame Relay dan enkapsulasi. [ kutipan diperlukan ] Namun banyak daerah pedesaan masih kurang DSL dan kabel modem layanan . Dalam kasus seperti jenis paling murah non-koneksi dial-up tetap menjadi 64-kbit / s frame-relay line. Jadi sebuah rantai ritel, misalnya, dapat menggunakan Frame Relay untuk menghubungkan toko pedesaan ke mereka WAN perusahaan.
ATM
Asynchronous Transfer Mode atau Mode Transfer Asinkron (disingkat ATM) adalah nama sebuahjaringan khusus. ATM merupakan sebuah teknologi lapisan 2, yang dapat digunakan oleh siapa saja, namun sekaligus merupakan sebuah jaringan publik sebagaimana halnya Internet, dengan sistempengalamatan yang dikelola secara rapi, sehingga setiap perangkat di dalam jaringan dapat memiliki sebuah identitas yang unik. [1]
Asynchronous Transfer Mode merupakan standar internasional untuk cell relay di mana multipletipe layanan (semisal suara digital / voice, video, atau data) disampaikan dalam fixed length (53-byte)cells.[2] Fixed-length cells memungkinkan proses sel (cell) berlangsung dalam perangkat keras(hardware), dengan demikian akan mereduksi keterlambatan transmit.[2] ATM dirancang untuk transmisi media berkecepatan tinggi seperti E3, SONET, dan T3.[2]
Pada ATM seluruh informasi yang akan ditransfer akan dibagi menjadi slot-slot dengan ukuran tetap yang disebut sel. Ukuran sel pada ATM adalah 53 oktet (1 oktet =8 bits) yang terdiri dari :[3]
Asynchronous Transfer Mode merupakan standar internasional untuk cell relay di mana multipletipe layanan (semisal suara digital / voice, video, atau data) disampaikan dalam fixed length (53-byte)cells.[2] Fixed-length cells memungkinkan proses sel (cell) berlangsung dalam perangkat keras(hardware), dengan demikian akan mereduksi keterlambatan transmit.[2] ATM dirancang untuk transmisi media berkecepatan tinggi seperti E3, SONET, dan T3.[2]
Pada ATM seluruh informasi yang akan ditransfer akan dibagi menjadi slot-slot dengan ukuran tetap yang disebut sel. Ukuran sel pada ATM adalah 53 oktet (1 oktet =8 bits) yang terdiri dari :[3]
- 48 oktet untuk field informasi, dan
- 5 oktet untuk header.
ATM berbeda dalam beberapa hal dari teknologi data link lain yang lebih umum seperti Ethernet.[4]Sebagai contoh, ATM tidak melibatkan routing. Komponen perangkat keras yang disebut ATM Switch membentuk koneksi point to point antara kedua ujung transmisi, dan data mengalir langsung dari sumber ke tujuan.[4] ATM tidak menggunakan paket dengan panjang yang berubah-ubah, tetapi menggunakan sel berukuran tetap.
Kinerja ATM diekspresikan dalam bentuk tingkatan OC (Optical Carrier), dan ditulis sebagai "OC-xxx".[4] Tingkatan kinerja setinggi 10 Gbps (OC-192) secara teknis bisa dicapai dalam ATM. OC-3 (155 Mbps) dan OC-12 (622 Mbps) adalah tingkatan kinerja yang lebih umum untuk ATM.[4] ATM dirancang untuk mendukung pengelolaan pita lebar (bandwidth) yang lebih mudah. Tanpa adanyarouting dan dengan sel berukuran tetap, pengguna dapat dengan mudah memonitor dan mengendalikan pita lebar (bandwidth) ATM dibandingkan dengan Ethernet.[4]
Teknologi ATM menawarkan dua karakteristik yang memperbaiki tingkat kecepatan transfer data.[5]Pertama, besarnya paket yang dikomunikasikan menjadi lebih kecil jika dibandingkan dengan protokol-protokol untuk sistem telepon, sehingga memungkinkan paket-paket dari pengguna yang berbeda yang melewati jaringan pada waktu yang bersamaan dapat dikelompokkan secara merata.[5]Karakteristik ATM yang kedua adalah mengingkatnya kecepatan, dari 25 hingga 155 Mbps.[5]Bahkan, peralatan ATM dapat menggabungkan 16 saluran menajadi satu untuk menghasilkan kecepatan transfer hampir sebesar 2,5 juta bit per detik.





0 Celotahan:
Posting Komentar
Silahkan Berkomentar Tentang Blog Ini
Agar Saya Tahu Kelemahan dan Kelebihannya
Terimah Kasih